Setiya21's Blog

Just another WordPress.com weblog

PERILAKU ORGANISASI

  1. Pengertian Perilaku Organnisasi

Pengertian perilaku organisasi menurut beberapa ahli :

  • Prof.Joe.Kelly , perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari sifat-sifat organisasi, termasuk bagaimana organisasi di bentuk, tumbuh dan berkembang.
  • Drs. Adam Indrawijaya, perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari semua aspek yang berkaitan dengan tindakan manusia, baik aspek pengaruh anggota terhadap organisasi maupun pengaruh organisasi terhadap anggota
  • Drs. Sutrisna Hari, MM, perilaku organisasi  adalah suatu bidang studi yang mempelajari dinamika organisasi sebagai hasil interaksi dari sifat khusus (karakteristik) anggota dan sifat khusus (karakteristik) para anggotannya dan pengaruh lingkungan
  • Perilaku Organisasi adalah bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi. (Stephen P. Robbins, Perilaku organisasi Jilid 1:7).

Unsur utama perilaku organisasi :

a)  Pandangan psikologi

b)  Pandangan ekonomi

c)  Pandangan bahwa individu dipengaruhi aturan organisasi dan pemimpinnya

d)  Pandangan tentang penekanan kepada tuntutan manajer untuk mencapai tujuan organisasi

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku organisasi :

  • Peningkatan produktifitas

Organisasi dikatakan produktif jika tujuan dapat dicapai dan proses pencapaian tersebut dilakukan dengan merubah masukan menjadi keluaran dengan biaya yang paling rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa produktifitas berhubungan dengan keefektifan dan keefisienan.

  • Pengurangan kemangkiran

Kemangkiran adalah tindakan tidak masuk kerja tanpa alasan. Tingkat kemangkiran  yang tinggi dapat berdampak langsung pada keefektifan dan efisiensi organisasi.

  • Penurunan Turn Over

Turn over adalah pengunduran diri secara permanen dari organisasi.

  • Peningkatan kepuasan kerja

Kepuasan kerja adalah perbedaan antara banyaknya ganjaran yang diterima karyawan dan banyaknya yang mereka yakini harus mereka terima. Karyawan dikatakan merasakan puas bila perbedaan bernilai positif secara perhitungan matematis.

Perilaku organisasi merupakan suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi. Apa yang dipelajari, yaitu bagaimana perilaku: perorangan (individu) kelompok struktur.

Terdapat generalisasi perilaku secara umum dengan pertanyaan bahwa kebanyakkan dari kita menganut sejumlah keyakinan yang sering tidak bias menjelaskan mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan. Tantangan Dan Peluang OB (Organisational Behavior). Tantangan yang ada menyangkut, usia yang bertambah, rumitnya bisnis, sedangkan peluang yang ada menyangkut laju pertumbuhan inovasi , tantangan, dan peluang masih ditambah lagi dengan :

  • Keanekaragaman angkatan kerja meningkatnya heterogenitas organisasi dengan masuknya kelompok-kelompok yang berbeda
  • Kearah memperbaiki kualitas dan produktivitas dengan cara TQM (Total Quality Management) yang merupakan filsafat manajemen yang didorong oleh pencapaian kepuasan pelanggan secara konstan lewat perbaikan sinambung atas semua proses organisasi.
  • TQM memiliki implikasi karena menuntut para karyawan untuk memikirkan ulang apa yang mereka lakukan dan menjadi lebih terlibat dalam keputusan-keputusan ditempat kerjanya. Rekayasa Ulang dapat membantu untuk mempertimbangkan kembali bagaiman pekerjaan bias dilakukan dan organisasi distruksikan seandainya kerja dan organisasi ini akan diciptakan dari nol.
  • Memperbaiki ketrampilan menangani orang.
  • Dari manajemen kontrol ke pemberian kekuasaan “Empowerment” menempatkan karyawan, dalam tanggung jawab mengenai apa yang mereka kerjakan.
  • Dari kemantapan ke keluwesan
  • Memperbaiki Perilaku etis dilema etis dimana situasi seseorang dituntut untuk menetapkan tingkah laku yang benar ataupun yang salah 

Perilaku organisasi mempunyai tiga dimensi konsep, yaitu :

1) Dimensi Konsep

Dimensi konsep mencakup ilmu pngetahuan, sosiologi, antropologi budaya, dan seluaruh elemen sosial yang mempengaruhi berdirinya ilmu pengetahuan yang saling berkaitan.

2)  Dimensi Sistem

Dimensi sistem mencakup bagaimana proses manajemen yang dilakukan untuk melakukan suatu kegiatan secara efektif dan efisien yang di kemas dengan pendekatan-pendekatan matematis atau logika.

3)  Dimensi Manusia

Dimensi manusia adalah faktor penentu dalam organisasi yang tercermin dari ilmu psikologi. karena, adanya organisai adalah adanya manusia.
(Miftah Toha dan Reni Rosari, UGM)

Ketiga dimensi diatas mencakup filosofi dasar lahirnya ilmu perilaku organisai yang terdiri dari muliti disiplin ilmu (antroplogi kultural, sosiologi, psikologi dan manjemen) sehingga dengan penedekatan ilmu-ilmu tersebut perilaku organisai dapat dibahas. Dalam tataran konsep ilmu ini membahas seluruh kegiatan organisai yang di dalamnya terdapat perilaku manusia, budaya, sosial dan sistem yang mendukung adanya organisasi tersebut. sehingga antara manusia dan organisasi dapat saling mempengaruhi.

Dinamika Menuju Pendekatan Perilaku Organisasi

Perdekatan yang menandai perkembangan awal dari studi perilaku yang merupakan pendekatan perspektif teoritis-makro, yakni :

a) Pendekatan tradisional

Tokoh-tokoh dalam pendekatan tradisional seperti W. Taylor dan Max Weber. Pendekatan tradisional memberikan kontribusi dalam studi manajemen antara lain :

-  Telah mengenalkan teori-teori rasional yang sebelumnya belum ada,

-  Memusatkan perhatian pada peningkatan produktifitas dan kualitas output,

-  Menyediakan mekanisme administratif yang sesuai bagi organisasi,

-  Penerapan pembagian kerja,

-  Meletakkan landasan mengenai efisiensi metode kerja dan organisasi,

-  Mengembangkan prinsip-prinsip yang umum dalam manajemen.

Pendekatan ini kemudian banyak ditinggalkan karena hanya menekankan aturan-aturan formal, spesialisasi, pembagian tanggung jawab yang jelas dengan member perhatian relatif kecil terhadap arti penting personal dan kebutuhan sosial dari individu-individu yang berada dalam organisasi.

b) Pendekatan hubungan kerja kemanusiaan (human relation approach)

Tokoh-tokoh dalam pendekatan ini seperti Elton Mayo. Pendekatan hubungan kerja kemanusiaan memberikan beberapa sumbangan pemikiran dan hipotesisi baru, antara lain :

-  Secara eksplisit pertama kali mengenalkan peranan dan pentingnya hubungan interpersonal dalam perilaku kelompok,

-  Secara kritis menguji kembali hubungan antara gaji dan motifasi,

-  Mempertanyakan anggapan bahwa masyarakat merupakan kelompok individu yang berusaha untuk memaksimalkan pemenuhan kepentingan personalnya,

-   Menunjukkan bagaimana sistem teknis dan sistem sosial saling berhubungan,

-    Menunjukkan hubungan antara kepuasan kerja dan produktifitas.

Kelemahan pendekatan ini adalah :

-  Mengesampingkan pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu,

-  Memandang organisasi sebagai sistem tertutup dan mengabaikan kekuatan lingkungan politik, ekonomi, dan lingkungan yang lain,

-  Tidak menjelaskan pengaruh kesatuan kerja terhadap sikap dan perilaku individu,

-   Meremehkan motifasi keinginan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan dan kesadaran sendiri berkaitan dengan segala  sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan,

-  Memusatkan perhatian pada pengaruh kelompok kecil namun mengabaikan pengaruh struktur sosial yang lebih luas.

c) Pendekatan perilaku organisasi (organizational behavior approach)

Tokoh-tokoh dalam pendekatan ini adalah Thoha dan Gibson. Thoha menyatakan bahwa perilaku organisasi adalah secara langsung berhubungan dengan pengertian, ramalan, dan pengendalian terhadap tingkah laku orang-orang dalam organisasi dan bagaimana sperilaku orang-orang tersebut mempengaruhi usaha pencapaian tujuan organisasi. Sedangkan menurut Gibson pendekatan perilaku organisasi adalah :

-   Way of thinking

Tingkat analisis pada level individu, kelompok, dan organisasi.

-   Interdisciplinary field

Memanfaatkan berbagai disiplin, model, teori, dan metode dari disiplin yang ada.

-   Humanistic orientation

Manusia dan segala sikap, perilaku, persepsi, kapasitas, perasaan, dan tujuan merupakan nilai utama.

-   Performance oriented

Selalu mengarah pada performance.

-   External environment

Lingkungan eksternal mempunyai pengaruh terhadap perilaku organisasi.

-   Metode ilmiah (scientific method)

-   Application orientation

Memusatkan perhatian pada untuk menjadwal berbagai permasalahan yang muncul dalam konteks manajemen organisasi.Perenan

Manajer Penentuan Dalam Perilaku Organisasi

Perilaku organisasi sebagai studi atau pendekatan untuk memahami, memprediksi, dan mengendalikan perilaku manusia di dalam organisasi dengan memberikan tekanan pada penghargaan terhadap manusia (berpusat pada manusia) dengan tidak mengabaikan variabal organisasional dan senantiasa memperhatikan perubahan lingkungan serta tetap berorientasi pada performance.

Dalam upaya pencapaian tujuan organisasi peranan manajer sangat besar. Manajer berperan dalam merencanakan, merancang, dan mengembangkan organisasi. Manajer juga mengkoordinisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan perilaku individu-individu dalam organisasi menuju tujuan organisasi.

About these ads

1 Komentar»

  setiya ba’e wrote @

y, thanks dah mo baca artikel q.
makasih atas saranya…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: